Recommended!

Berwisata Pendidikan Ke Turtle Conservation And Education And Centre (TCEC) Serangan Bali

Bali sebagai destinasi wisata internasional tidak saja memiliki budaya dan alam yang indah sebagai daya tarik pariwisatanya. Namun Bali juga memiliki beberapa alternatif wisata lainnya yang bisa dinikmati wisatawan asing yang datang ke Bali.

Salah satunya adalah wisata pendidikan Turtle Conservation and Education Centre (TCEC) yang berlokasi di jalan Tukad Wisata no 4 Desa Serangan, Denpasar. Sebagai pusat konservasi penyu, tempat ini menjadi alternatif destinasi wisata bagi masyarakat maupun wisatawan asing yang berkunjung ke Bali.

Menurut pengelola TCEC Serangan Made Sukanta, meskipun merupakan balai konservasi, namun kunjungan wisatawan asing maupun lokal ke balai konservasi ini cukup banyak. “Hal ini dapat dilihat dari jumlah kunjungan yang setiap bulannya ada peningkatan sekitar 20 persen, dengan rata-rata kunjungan per hari mencapai 200 orang,” jelasnya.

Dilanjutkan Sukanta, tingginya minat kunjungan wisatawan yang datang berkunjung ke TCEC ini disebabkan karena jenis wisata yang ditawarkan cukup unik, yakni pengetahuan mengenai siklus kehidupan penyu yang merupakan hewan langka. Sehingga minta wisatawan untuk melihat secara langsung bagaimana siklus kehidupan penyu sangat tinggi.

Di TCEC ini, wisatawan tidak saja diajak untuk melihat tiga spesies spesies yang ada di Bali yakni Penyu Hijau, Penyu Lekang dan Penyu sisik, namun wisatawan juga akan diajak melihat proses pengeraman telur penyu yang dilakukan secara alami di kolam pasir yang disediakan, tukik yang sedang dikarantina hingga ttukik yang sudah siap lepas.

Bahkan jika ada telur penyu yang menetas, wisatawan yang datang dikatakan Sukanta juga akan dilibatkan untuk ikut memindahkan tukik ke kolam karantina. “Proses ini sangat disukai oleh wisatawan, karena mereka bisa berkesempatan untuk ikut dalam proses konservasi penyu,” lanjutnya.

Untuk wisatawan yang datang ke TCEC Serangan, Sukanta menyebutkan lebih di dominasi oleh wisatawan Eropa dan wisatawan lokal. “Untuk kedatangan wisatawan lebih di dominasi oleh turis Eropa, karena mereka lebih tertarik dengan jenis wisata ini jika dibandingkan dengan turis Tiongkok,” tambahnya.

Untuk masuk ke pusat konservasi ini, Sukanta menyebutkan jika wisatawan tidak akan dikenakan biaya restribusi. Namun jika wisatawan ingin memberikan donasi, sumbangan akan dipersilakan untuk berdonasi di kotak yang telah disediakan.

Sumber: denpasarkota.go.id

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Informasi Terpopuler

To Top