Recommended!

Fantastis! 2.703 Orang Kunjungi Museum Penanggulangan Terorisme di Bali

Polda Bali – Museum Penanggulangan Terorisme di Jalan WR. Supratman, Denpasar Timur mulai ramai dikunjungi masyarakat, terutama dari kalangan pelajar. Dari tanggal 30 November-18 Desember 2019 tercatat sudah 2.703 orang yang datang mengunjungi museum ini.

Museum yang dibangun pertama di Indonesia dan yang diekspose pertama ke dunia ini dibuka setiap hari untuk umum dari pukul 08.00-17.00 Wita. Dua anggota Polri terdiri dari Polwan dan Polki ditugaskan secara khusus sebagai pemandu museum. Mereka menyapa dan melayani para pengunjung dengan sangat ramah.

Pemandu akan mengajak para pengunjung melihat dokumentasi aksi terorisme tahun 2002 hingga 2019 dan foto-foto para pelaku terorisme. Kemudian mereka menjelaskan tragedi bom Bali I dan II hingga aksi bom bunuh diri di Medan beberapa waktu lalu.

Pemandu Museum, Briptu Ni Putu Surya Devita, S.H. mengatakan, sejak diresmikan oleh Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose pada 27 November 2019 lalu, pengunjung Museum Penanggulangan Terorisme hamper setiap hari ramai. Bahkan dalam satu hari pernah sampai lebih dari 600 pengunjung yang datang.

“Untuk hari ini, pengunjung yang datang sebanyak 340 orang, terdiri dari 70 siswa SMA Negeri 3 Denpasar, 40 siswa SD Al-Amin Tabanan dan 40 siswa SD Saraswati Tabanan, 40 siswa SD 2 Carangsari, 40 siswa SD 4 Dalung, 40 siswa SMP 1 Negara, 50 siswa SMP 3 Negara dan 20 orang dari Organisasi Seke Demen Bali,” kata Briptu Devita, Rabu (18/12).

“Museum ini terbuka untuk umum. Di sini edukasinya dapat, bahwa ini menerangkan banyak ilmu secara digital forensik, analisis, belajar juga barang barbahaya,” sambungnya.

Menurutnya, museum ini untuk mengingatkan kepada masyarakat Indonesia, khususnya Bali, bahwa teroris adalah musuh bersama, bukan hanya penegak hukum. “Selain masyarakat sipil, banyak anggota polisi juga meninggal dan cidera akibat diserang teroris. Jadi kita harus bersama-sama mengenang apa yang dilakukan oleh para penegak hukum, satuan tugas anti teror, BNPT dan seluruh stakehokder,” ujarnya.

Siswi kelas 5 SD Al-Amin Tabanan, Nurmaulida Aisya Sal Vira (10) mengaku senang bisa mengunjungi Museum Penanggulangan Terorisme. Sebab diusianya yang masih kecil sudah bisa mengetahui apa itu teroris dan bagaimana cara penanggulangannya. Menurutnya pemberantasan teroris sangat perlu dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Jadi, menurut saya Museum Penanggulangan Teroris ini sangat bagus. Saya akhirnya tahu kalau teroris itu sangat jahat,” tutur Nurmaulida Aisya Sal Vira.

Hal senada juga disampaikan oleh siswa I Gede Dika Agastya Ermawan (11) yang saat ini duduk di kelas 6 SD Saraswati Tabanan. Ia juga mengaku senang karena dapat belajar yang banyak tentang teroris.

“Saya dulunya tidak tahu apa itu teroris, semenjak saya datang kesini jadi saya tahu. Nanti saya akan ajak keluarga datang kesini supaya tahu,” jelasnya.

Sumber: Humas Polda Bali

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Informasi Terpopuler

To Top