Terkini

Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen Universitas Ngurah Rai, Aplikasikan Biopori di Desa Adat Negara, Batuan

Peran Mahasiswa Ngurah Rai dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Pemanfaatan Biopori Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat di Desa Adat Negara Batuan Gianyar.

Gianyar – Sebagai wujud pengamalan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Ngurah Rai di Tahun Ajaran 2021 kembali melaksanakan program Kuliah Aplikatif Terpadu (KAT) yang merupakan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen. Dalam kegiatan KAT tahun ini, mahasiswa yang terdiri dari berbagai fakultas seperti Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang terbagi menjadi 25 kelompok dan dibimbing oleh dosen Universitas Ngurah Rai yang masing-masing melaksanakan kegiatan di tempat yang berbeda.

Khusus mahasiswa kelompok 2 Universitas Ngurah Rai (UNR) dalam Kuliah Aplikatif Terpadu (KAT) Tahun 2021 melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Adat Negara Batuan, Gianyar. Sejumlah 22 orang mahasiswa dari berbagai fakultas didampingi 2 Dosen pembimbing terima langsung oleh Perbekel Desa Batuan, Ary Anggara pada Sabtu (6/11). Perbekel muda lulusan Magister UGM tersebut menyambut baik kedatangan mahasiswa UNR di Desa Adat Negara yang secara administratif berada dibawah naungan Desa Batuan. “Saya ucapkan selamat datang di Desa Batuan, semoga kegiatan yang teman-teman mahasiswa lakukan di Desa Batuan khususnya di Desa Adat Negara dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kami begitu juga dengan teman-teman mahasiswa sekalian” ucap Ary Anggara. 

Sejumlah 22 orang mahasiswa dari berbagai fakultas didampingi 2 Dosen pembimbing terima langsung oleh Perbekel Desa Batuan, Ary Anggara pada Sabtu (6/11)

Dalam pengabdian masyarakat ini, mahasiswa kelompok 2 KAT UNR 2021 mengambil peran mendukung program desa utamanya terkait dengan pengelolaan sampah berbasis sumber yang dilaksanakan di Desa Adat Negara. Dosen pendamping yang diketuai oleh Dr. Putu Eka Trisna Dewi, S.H., M.H., dan I Komang Suargita, S.Sos., M.AP., sebagai anggota menerangkan bahwa mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi baik melihat kondisi langsung maupun melalui wawancara pihak terkait kendala dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurut salah satu narasumber yang juga merupakan pengurus Bank Sampah Desa, I Wayan Sumiyasa mengatakan kendala yang dihadapi dalam program ini adalah belum mampu Desa maupun masyarakat untuk membuat bak pengolahan sampah atau yang dikenal dengan Trash Tank. “Cukup besar dana yang dibutuhkan untuk membuat 1 bak pengolah sampah (trash tank) sehingga setelah hampir 2 bulan program ini berjalan, baru terdapat dibeberapa fasilitas umum desa, salah satunya Pura Dalem Desa adat Negara”, sambung Sumiyasa. 

Proses pemilahan sampah oleh para mahasiswa

Dalam mengatasi permasalah tersebut, mahasiswa menawarkan pemanfaatan biopori yang tergolong murah dan memiliki fungsi yang sama dengan trash tank. Sebanyak 20 paving biopori dan alat bor disumbangkan oleh kelompok mahasiswa sekaligus membantu pemasangan di beberapa fasilitas umum desa.

Pembuatan lubang biopori oleh Mahasiswa

Bendesa Desa Adat Negara yang turut mendampingi dan menerima sumbangan ini mengapresiasi kepedulian mahasiswa UNR terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungannya. “Saya ucapkan terima kasih banyak khususnya untuk kepedulian teman-teman dari Universitas Ngurah Rai kepada Desa kami. Sisa paving biopori ini akan kami berikan kepada masyarakat untuk dipasang dirumah masing-masing sehingga bisa menjadi percontohan bagi yang lainnya. Kami juga berharap semoga kegiatan-kegiatan serupa dapat terus ada ditahun-tahun berikutnya” tegas Bendesa Desa Adat Negara, Cok Gde Agung Astawa Putra. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Informasi Terpopuler

To Top